Kuah Beulangong, Gulai yang Melegenda di Aceh

Artikel

Kuah Beulangong merupakan gulai khas yang sudah melegenda di Aceh. Kuliner ini sudah ada sejak dulu pada era kesultanan Aceh hingga sekarang.

Dalam tradisi masyarakat Aceh, Kuah Beulangong kerap disajikan dalam pelbagai perayaan seperti resepsi pernikahan, peringatan Nuzulul Quran saat Ramadan, peringatan Maulid Nabi SAW, hingga arisan keluarga.

Kuah Beulangong (dalam bahasa Aceh juga disebut Gulèe Sie Kamèng) adalah masakan gulai yang berbahan baku utama daging kambing. Daging kambing dipotong kecil-kecil kemudian dimasak dalam belanga besar bersama nangka muda dan pisang.

Sebelum dimasak, daging kambing terlebih dulu dibalur dengan beragam rempah-rempah seperti cabai, kunyit, ketumbar gongseng, bawang putih, jahe, kemiri, lengkuas, dan masih banyak bumbu lainnya yang semuanya digiling.

Mudah Didapat

Masakan Kuah Beulangong cukup mudah didapatkan di Kota Banda Aceh. Ada banyak warung nasi yang menyediakan Kuah Beulangong, diantaranya ialah Warung Nasi Hasan, Rumah Makan Cut Mun, Kuliner Kuah Beulangong Alta, Rumah Makan Syiah Kuala, dan Rumah Makan Dek Gam.

Biasanya, Kuah Beulangong dijual seharga Rp 25 ribu per porsi. Gulai ini sebaiknya disantap di waktu siang atau malam. Biasanya, warung-warung nasi di Banda Aceh baru menyediakan Kuah Beulangong saat jam makan siang saja.

Sulit Dilupakan

Kuah Beulangong memiliki cita rasa tinggi yang sulit dilupakan. Daging sapi dalam Kuah Beulangong juga empuk saat dikunyah karena dimasak dalam waktu yang cukup lama hingga bumbu meresap. Selain menggunakan daging sapi, kadang bahan dasar Kuah Beulangong juga menggunakan daging lembu.

Dalam tradisi masyarakat Aceh, Kuah Beulangong tidak hanya disajikan saat pesta dan peringatan hari-hari besar keagamaan saja, tapi juga dalam skala kecil seperti kumpul bersama tetangga yang bertujuan untuk memperkuat jalinan silaturahmi antar masyarakat.