Menyeruput Sanger beserta Cerita Uniknya

Artikel

Kopi Sanger adalah salah satu minuman top di Banda Aceh. Kopi ini terlihat seperti campuran kopi dan susu, namun bukan kopi susu. Ada cerita menarik di balik lahirnya Kopi Sanger.

Panitia Festival Kopi Banda Aceh 2014 menyampaikan ada dua versi asal-usul Sanger. Pertama berasal dari kata ‘Sange’ untuk menyebut sebuah rasa antara kopi dan susu. Mereka mengatakan, “Rasa susu bukan dan rasa kopi juga bukan, beda dengan kopi susu.”

Ada juga Sanger yang berasal dari frase ‘Sama-sama Ngerti’. Cerita ini muncul sekitar tahun 1996 yang dipopulerkan oleh mahasiswa di Banda Aceh. Banyak mahasiswa kala itu tak mampu membayar mahal segelas kopi susu, lalu meminta peracik kopi bagaimana caranya agar mereka tetap bisa minum “kopi susu namun dengan harga murah”. Peracik kopi pun membuat segelas kopi yang dicampur sedikit susu dan gula, lalu dihidangkan ke si mahasiswa sambal berkata, “sama-sama ngerti”, sehingga disingkatlah menjadi “Sanger”.

Fahmi Yunus, pencetus Hari Sanger (Sanger Day) mengatakan apapun asal-usulnya, minuman itu populer di Aceh adalah sebuah kekayaan budaya Aceh. Hari Sanger dicetuskan pada 12 Oktober 2014 oleh beberapa anak muda pecinta kopi dan sanger serta Komunitas I love Aceh. Mereka bersepakat, setiap 12 Oktober di Aceh, diperingati sebagai Hari Sanger.

Jika Anda ke Banda Aceh, sempatkan menikmati Sanger yang bersejarah itu. Tempatnya, sila kunjungi warung kopi yang tersebar di setiap sudut kota. Rasakan kuliner paling top di Aceh ini.

Di warung-warung kopi atau cafe di Banda Aceh, tersedia dua varian utama cita rasa Kopi Sanger. Kopi Sanger (Robusta) dan Sanger Espresso (Arabika).Waktu terbaik menikmatinya adalah mulai dari pagi sampai tengah malam. Tapi jangan salahkan kami kalau Anda tak bisa tidur setelah menyeruput secangkir kopi Aceh ini!