Kenali Kami dari Museum Aceh

Rekomendasi Wisata

Museum Aceh adalah tempat yang tepat bagi Anda yang ingin mengetahui secara singkat bagaimana sejarah, kebudayaan, peninggalan, hingga arsitektur bangunan Aceh pada masa lampau.

Aceh memiliki sejarah panjang sejak abad ke-14 pada era Kerajaan Aceh Darussalam hingga saat ini. Karenanya, Provinsi Aceh memiliki banyak warisan kebudayaan dan adat istiadat yang sebagian besarnya dapat Anda lihat di Banda Aceh.

Museum Aceh memamerkan beragam artefak.

Mulai dari peralatan perang masa kerajaan, alat pertanian tradisional yang saat ini sangat sulit ditemukan, arsitektur Rumoh Aceh serta isi rumah, alat kesenian, miniatur Masjid Raya Baiturrahman tahun 1879, keramik kuno, hingga nisan peninggalan era kerajaan Aceh.

Ada juga Lonceng Cakradonya yang merupakan hadiah dari Laksamana Chengho kepada Sultan Aceh. Benda ini dapat Anda lihat saat pertama kali memasuki komplek museum.

Museum ini berada di Jalan Sultan Mahmudsyah, Desa Peuniti, Kecamatan Baiturrahman. Lokasinya sekitar 700 meter dari Masjid Raya Baiturrahman atau tiga menit berkendara. Anda bisa menggunakan jasa angkutan umum Trans Kutaraja rute Koridor 3 dari Masjid Raya Baiturrahman dan berhenti tepat di depan Museum Aceh. Alternatif lainnya, Anda bisa memesan transportasi online seperti Go-Jek dan Grab, atau menggunakan transportasi becak lokal.

Museum Aceh dibuka setiap hari Selasa-Minggu.

Pagi hari, museum buka pukul 08.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB dan buka kembali mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.15 WIB. Museum hanya tutup pada hari Senin. Sementara harga tiket masuk bervariasi mulai dari Rp 3 ribu untuk orang dewasa dan Rp 5 ribu untuk orang asing.

Museum ini terdiri atas beberapa bangunan, diantaranya ialah Gedung A dan Gedung E yang berisi pameran berbagai artefak dan peninggalan, serta Rumoh Aceh yang mempresentasikan rumah tradisional Aceh dengan berbagai fungsinya.

Tidak ada penjual kuliner dan minuman di lingkungan Museum Aceh, jadi pastikan Anda sudah menyiapkan bekal sebelum menjelajahi museum.

Berdasarkan sejarah, Aceh merupakan tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan berperan penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada era Sultan Iskandar Muda di tahun 1607-1636 Masehi. Pada masa itu, Kesultanan Aceh adalah negara terkuat dan termakmur di kawasan Selat Malaka.