Kota Banda Aceh dikenal dengan nuansa Islam-nya yang kuat. Karakter islami kota ini bisa dilihat dari kebudayaan, arsitektur, kuliner, dan hiburan yang ada di lingkungan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari sejarah panjang.

Mayoritas masyarakat Aceh sudah memeluk agama Islam di era kerajaan Islam, Samudera Pasai, menguasai pesisir pantai utara wilayah Aceh pada abad ke-12.

Sejak saat itu, Islam terus berkembang di wilayah Aceh hingga masa Kerajaan Aceh Darussalam yang berkuasa pada awal abad ke-15 hingga awal abad ke-19.

Selama periode itu, Kerajaan Aceh menganut prinsip-prinsip Islam dalam menjalankan pemerintahannya. Pada abad ke-15, Aceh mulai dikenal dengan sebutan "Serambi Mekkah".

Karantina haji di Pulau Rubiah

Waktu itu, masyarakat muslim dari Nusantara (Indonesia) yang akan melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, lebih dulu menjalani karantina di Aceh sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kegiatan ini dilaksanakan di Pulau Rubiah, Sabang.

Pada masa Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh Darussalam menjadi kerajaan Islam yang terkuat di Asia Tenggara dan menjadi kiblat ilmu pengetahuan saat itu.

Karakter Islam yang sudah mengakar itu kemudian menjadi kearifan lokal bagi masyarakat Aceh hingga sekarang. Saat ini, Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat (hukum) Islam layaknya pelaksanaan hukum positif (baca: buatan manusia).