Yang Berbeda dari Berkendara di Kota Kami

Artikel

Di Negara Indonesia, setiap pengendara mengemudi di sisi kiri jalan dan kanan jalan hanya boleh untuk kecepatan tinggi. Khusus Anda yang membawa mobil, kursi pengemudi terletak sebelah kanan.

Bagi Anda yang datang dari negara dengan peraturan mengemudi di sisi kanan jalan, hal ini akan menjadi pengalaman yang menantang dan menarik tentu saja.

Duduk di tengah jalan.

Tips penting! Saat mengemudi, Anda harus memposisikan “duduk di tengah jalan”, sedangkan kursi penumpang depan Anda berada di tepi jalan. Ya, setir kemudi ada di kanan.

Kota Banda Aceh yang hanya memiliki luas 61.36 km persegi, tidak begitu sulit Anda berkendara. Anda hanya akan melalui jalanan protokol, sudut-sudut kota, dan jalan-jalan alternatif di pedesaan yang padat. Tak ada jalan tol di kota ini, hanya ada beberapa jalan layang (flyover) dan underpass.

Tidak ada medan yang berbahaya, namun Anda tetap harus waspada satu hal ini: pengendara lain yang kadang melanggar lalu lintas.

Hiburan di lampu merah.

Sebagai sebuah kota yang sedang bertumbuh di negara berkembang, ketertiban lalu-lintas di Kota Banda Aceh masih kurang.

Anda mungkin harus geleng-geleng kepala saat berhenti di traffic light, ada pengendara yang buru-buru menyelinap menerobos lampu merah. Jadikan ini ‘sebagai hiburan’ yang tidak pantas Anda tiru. Begitu pula bila tiba-tiba Anda melihat pengemudi membunyikan klakson keras-keras kepada pengendara lain, harap dimaklumi dan nikmati saja!

Aman dari macet.

Saat mengemudi di Kota Banda Aceh, Anda tidak perlu khawatir dengan traffic jam (macet) layaknya di kota metropolitan di Indonesia lainnya, seperti Jakarta atau Medan.

Kota Banda Aceh bebas macet. Namun Anda perlu memaklumi kemacetan kecil terjadi di sejumlah traffic light pada jam-jam sibuk, seperti saat pagi hari, siang, maupun menjelang petang.