Peunayong, China Town-nya Kota Kami

Artikel

Kota Banda Aceh kental dengan nuansa islaminya karena mayoritas masyarakat kota ini beragama Islam. Kendati begitu, Anda akan melihat hal berbeda di Gampong (Desa) Peunayong. Gampong ini dikenal sebagai desa keberagaman. Ia wilayah pecinan; mayoritas dihuni warga keturunan Tionghoa.

Mengunjungi Gampong Peunayong akan memberi gambaran jelas kepada Anda bagaimana minoritas hidup di Kota Banda Aceh. Geliat Peunayong bisa dikatakan diprakarsai oleh etnis Tionghoa karena mayoritas toko-toko yang berdiri di wilayah ini dioperasikan oleh mereka.

Gampong Peunayong terletak di Kecamatan Baiturrahman atau sekitar 4 menit berkendara dari Masjid Raya Baiturrahman. Anda bisa menggunakan Bus Trans Kutaraja rute koridor 1, koridor 2A, atau koridor 5 untuk pemberhentian di Peunayong.

Downtown-nya Banda Aceh

Peunayong adalah downtown-nya Kota Banda Aceh karena menjadi salah satu wilayah bisnis utama, dimana terdapat hotel, restoran, toko elektronik, fasilitas iklan, dan lain sebagainya. Masyarakat dari latar belakang berbeda bersama-sama menjalankan bisnis dalam harmoni yang aman dan nyaman.

Menyenangkan rasanya jika Anda berjalan-jalan di Gampong Peunayong, karena di setiap ruas jalan ada saja hal menarik untuk dilihat. Di pagi hari, Anda akan melihat hiruk-pikuk aktivitas pasar dan kesibukan masyarakat kota. Anda juga akan menemukan gereja, vihara, kuil, dan masjid yang dibangun dengan jarak tidak berjauhan.

Identitas Peunayong sebagai pecinan akan semakin jelas kala mendekati perayaan Imlek. Lampion berwarna merah akan menghiasi daerah itu.

Atraksi budaya juga sering dipadukan dengan kesenian lokal, misalnya tarian barongsai dikolaborasi dengan tarian seudati, juga ketika perayaan Thaipusam oleh umat Hindu Tamil, barongsai ikut meramaikan arakan Dewa Muruga.

Bukti Toleransi Beragama

Sebagai kampung keberagaman, dalam satu dekade terakhir di Peunayong tidak pernah terjadi keributan antar umat beragama. Semuanya hidup rukun dalam toleransi. Saat ini, etnis Tionghoa di Banda Aceh berjumlah lima ribuan penduduk yang populasi terbesarnya ada di Gampong Peunayong.

Di malam hari, Peunayong menjadi pusat kuliner dan oleh-oleh dengan Rex Peunayong, salah satu pusat jajanan rakyat, menjadi pusatnya.

Pemerintah Kota Banda Aceh tahun ini juga sedang membangun konstruksi Peunayong Kuliner Riverwalk di bantaran sungai Krueng Aceh. Peunayong Kuliner Riverwalk nantinya menjadi salah satu destinasi wisata Banda Aceh dengan memanfaatkan lanskap sungai dan kuliner.

Sebagai pusat bisnis Kota Banda Aceh, terdapat banyak penginapan dari berbagai level di dekat kawasan Peunayong, seperti Kyriad Muraya Hotel, Sultan Hotel, Ayani Hotel, dan My Home Homestay. Kawasan ini juga berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman, Pantai Gampong Jawa, Taman Bustanussalatin, dan Museum Tsunami Aceh.