Kehidupan Kami yang Multikultural

Artikel

Masyarakat Aceh hidup rukun dalam beragam etnis yang tersebar di dua puluh tiga kabupaten kota. Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh adalah tempat terbaik bagi Anda yang ingin melihat kerukunan hidup masyarakat yang multikultur tersebut.

Banda Aceh dihuni oleh warga pendatang dari berbagai daerah di Aceh. Mulai dari Pidie, Gayo, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil. Mereka merantau ke Banda Aceh untuk berbagai keperluan. Umumnya bekerja dan belajar.

Anda akan kesulitan mendefinisikan yang mana warga asli Banda Aceh. Sebab karakter, warna kulit, dan sikapnya, sama dengan penduduk daerah Aceh lainnya. Mungkin perbedaan akan Anda temukan dari pemikiran dan wawasan mereka jika sempat berinteraksi langsung.

Wajah Multi-Continent

Secara fisik, masyarakat Aceh juga memiliki penampilan yang beragam. Kata “ACEH” sendiri dikenal sebagai singkatan dari empat bangsa yang datang ke Aceh dulunya. Yaitu Arab, Cina, Eropa, dan Hindia. Percampuran pendatang dari berbagai benua itu ikut mempengaruhi suku asli Aceh.

Anda jangan heran bila berkunjung ke Aceh akan melihat wajah orang Aceh yang mirip masyarakat Timur Tengah, orang Barat, bermata sipit, dan orang India.